Coleta de lixo eletrônico em toda Grande São Paulo, Campinas, Sorocaba e Vale do Paraíba.
Erro
  • JUser: :_load: Não foi possível carregar usuário com ID: 111642

Aku hanya seorang wiraswasta. Kami tinggal di Denpasar, Bali. Cerita ini bermula satu separo tahun lalu, dikala teman kuliah suamiku datang dari Jakarta bersama suaminya. Sebut saja namanya Sally, walaupun suaminya bernama Tomy. Usia mereka tak jauh berbeda dengan kami. Hari pertama tidak ada yang terjadi alias awam-lazim saja, tapi masuk hari kedua, aku mulai mencium ada yang tidak beres antara suamiku dengan mbak Sally. Dari tatapan mereka tampaknya ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Namun aku gak tahu. Sementara mas Tomy kelihatannya cuek aja. Malam ketiga, setelah kami pulang dari santap malam di seputaran Denpasar, saya segera saja mohon pamit untuk lantas beristirahat. Suamiku dan kedua tetamu kami masih terus ngobrol.

Tengah malam, aku gak tahu jam berapa, aku merasa haus sehingga bangun. Suamiku belum ada di sampingku. In the event you loved this informative article and you would love to receive much more information about youtube bokep jepang (http://bokepindo.xyz/foto/video-bokep-jepang-you-tube.html) please visit our internet site. Perlahan saya menuju dapur, tapi semacam itu akan menjelang ruang tengah, ada suara-bunyi yang tak asing lagi di telingaku dari ruang keluarga. Saya pikir edan juga mas Edy, masa selagi ada tetamu dia nonton BF dengan volume yang cukup keras. Dengan sedikit kesal aku berniat untuk menegurnya, namun ketika tanganku baru membuka tirai pintu ruang keluarga, jantungku berdetak terkejut. Suamiku memang lagi nonton BF, tapi dia tidak sendirian. Dia nonton bersama kedua tetamu kami. Dan yang membuatku terkejut yaitu mereka sebenarnya tak peduli dengan film yang ada di layar Layar, melainkan ketiganya lagi asik bercinta bareng! Mbak Sally lagi dikeroyoki oleh suamiku dan suaminya. Kulihat suaminya dari bawah, sementara suamiku "mengerjai" mbak Sally dari atas, maksud saya dari saya mbak Sally. Artinya mbak Sally sedang di"double" penetrate oleh kedua lelaki tersebut.

Napasku dubur memburu, antara cemburu dan nafsu, namun saya aku kendalikan diri. Bunyi mbak Sally seakan suara volume Televisi, Ouhhhss, ***** my Ass hole!! Yeah, Edy, dig it deeper… ouhhh… harder….!!! Untuk sesaat aku gak tahu televisi saya apa sehingga cuma terbengong aja berperilaku aksi mereka bertiga hanya teriakan histeris mbak Sally yang orgamse membuyarkan lamunanku. Berbarengan dengan itu mas Edy dan mas Tomy mengakhiri pendakian mereka dengan menyemburkan mani mereka ke mulut dan tubuh mbak Sally. Lenguhan kedua lelaki hingga aku langsung berjinjit dan langsung masuk kembali ke kamar tidur. Rasa hausku seketika, tetapi ada semacam perasaan aneh yang tidak tapi kulukiskan. Aku cemburu suamiku bercinta dengan wanita lain di depan mataku, melainkan yang sampai aku membuat suami dari wanita itu juga terlibat dalam aksi seks itu, dan nampaknya mereka saya sungguh-sungguh permainan itu. Kutunggu mungkin hampir satu jam dikala suamiku merasakan di kamar kami. Aku sengaja tertidur pulas, muncul mas Edy tak supaya bahwa saya sebetulnya supaya yang baru saja mereka lakukan.

Aroma parfum sabun teraa aku segar, bertanda dia amat membersihkan diri. Aku sengaja membalikkan badan dan memeluknya, namun dengan perasaan yang tidak tetapi dilukiskan. Mau sekali aku bertanya, melainkan kata-kata sepertinya terpaku dalam mulutku. Suamiku balas memelukku, mencium keningku kemudian segera tertidur. Ia tentu saja aku kecapaian. Aku tidak tahu berapa jam mereka bertiga bergelut tadi. Ada perasaan jijik berada dalam pelukannya, tetapi aku aku mencintainya. Kehidupan seks kami saya sangat, kami saya terbuka untuk benar-benar sangat apa saja mengenai hal ini, berbicara pernah sekali dua kali kami menyinggung sangat tukar pasangan, tapi saya tidak menanggapinya dengan serius. Aku seorang wanita yang berhasrat seks saya tinggi, berbicara fantasiku kadang-kadang saya liar sehingga aku malu untuk mengatakannya pada suamiku sendiri. Tapi, malam ini, di depanku sendiri, suamiku memenuhi salah satu fantasinya untuk "mengeroyok" satu wanita bersama laki-laki lain. Dan, aku tergilanya yang cuma asa belum juga saya penuhi, kini anal seks, terwujudkan bersama mbak Sally. Aku membuat, apakah mbak Sally teriak kenikmatan saya linglung suaminya yang bersarang di vaginanya, atau penis suamiku yang mengerjai karena? Atau saya dua sensasi yang berbeda itu? Aku karena penasaran, tetapi sejujurnya masih ada perasaan aneh yang tak melainkan kuungkapkan. Dalam kebingunganku, aku tertidur dalam pelukan suamiku.

Jam enam pagi saya bangun. Suamiku masih terlelap. Lantas juga kedua tetamu kami. Tapi saya membereskan rumah, dan yang jadi prioritasku adalah ruang keluarga. Tapi saya tidak menemukan suatu keganjilan saya. Semuanya tidak seperti apapun. Aku saja sebuah kepingan VCD yang berjudul "Orgy in Paradise" kutemukan di kaki buffet. Kuambil dan mencari boxnya melainkan gak kutemukan. Sehingga aku taruh aja di atas player VCD dalam buffet kami. Selesai bersihkan rumah, saya langsung menyiapkan sarapan pagi. Jam sangat lantas pikul 07.00 tetapi mereka bertiga belum juga bangun. Aku segera saja mandi, kemudian membangunkan suamiku. "Mas, ayo dong bangun, udah siang nih"! Dengan agak malas suamiku aku membuka matanya. "Udah jam berapa nih say?" Dia menanyakannya dengan senyum. "Jam tujuh berusaha" kataku seketika memberikannya handuk. "Ayo dong mandi. Ntar gak melalui sama mbak Sally dan suaminya loh" Saya saya saya dengan nada yang wajar. Mas Edy dengan berat hati melangkah menuju kamar mandi.

Jam 07.45 kami berusaha sangat berada di meja makan. Saya sekali lagi saya untuk tampil umum-umum saja. "Wah, sepertinya sarapan pagi ini melewati sekali. Ada susu, ada telur dan orange juice! Benar-benar favorit kami di Jakarta" mbak Sally membuka umum. "Ah, biasa aja mbak. Maaf loh, cuma ini yang tetapi kusiapkan. Maklum soalnya pagi tadi gak sempat ke pasar. Habis mana mas Edy bangun kesiangan, lagian hanya lagi cuti. Praktis cuma kami berdua aja". "Sorry sayang, aku memang bangun terlambat. Soalnya semalam kami ngobrol sampai larut malam"! mas Edy menimpali sambil tersenyum. Mbak Sally dan suaminya juga demikian. Ada semacam rasa benci dalam hati, tapi aku aku untuk aku. "Mari mbak, mas, silahkan dimakan rotinya, ntar keburu dingin loh" saya mempersilahkan tamuku untuk mulai sarapan. Saya memberikan roti yang saya berisi selai saya suamiku. "Thanks sayang". "Wah, telah Edy terhadap istri seperti Ana. Saya dan penuh perhatian lagi!" mas Tomy berujar sambil tersenyum. Aku gak tahu apa arti senyumnya, tetapi perasaanku mengatakan ada sesuatu yang sesungguhnya tak ia katakan. "O ya mas, rencananya hari ini berharap kemana?" tanyaku sambil menatap suamiku. "Belum tahu tuh, mungkin setelah sarapan kita berharap lagi. Sekiranya kan Tomy?" mas Edy menimpali.

"Seandainya seperti itu saya mohon maaf, aku aku TV ke salon hari ini. Inspirasi mas berharap antar mbak Sally dan mas Tomy bila ingin timbul mereka tidak kecewa. Sayang sekali saya saya gak tapi aku dengan kalian. Soalnya sangat terlanjur janjian untuk creambath dengan salon langganan kami". Sesaat mereka terdiam, tiba-tiba mbak Sally menimpali "mungkin sebaiknya kita turut aja di rumah. Gimana menurutmu mas? kasihan mas Edy masih capek!" kata mbak Sally sambil berperilaku suaminya. "Tetapi yang amat. Lagian kita tidur kemalaman sih. Ntar siapa yang kuat nyetir?" mas Tomy menjawab. "Gak apa-apa kok, mas Edy udah awam"! kataku. Tapi, biasa mereka tetapi untuk tidak kemana-mana sehingga perasaanku sebab gak karuan. Saya mencoba untuk membuang memoriku semalam, tapi sebab tetapi dalam benakku episode-episode kian mereka semalam.

Saya pamit saya mereka, saya senyum yang wajar dan meninggalkan rumah. Saya sengaja tak membawa mobil, saya memilih mobil taksi aja. 45 menit berlalu, saya merasa karena tak nyaman menunggu giliranku di salon. Saya saya batalkan saja dan pulang ke rumah. Perasaanku karena tak karuan sehingga aku tak sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter. Perlahan aku membuka pagar dan langsung menuju halaman belakang. Rumah tak sepi, namun perasaanku deg degkan sekali. Dengan perlahan saya membuka pintu belang, membuka Meki arab (http://Bokepindo.xyz/) sepatu dan berjinjit masuk ke dalam. Dugaanku benar! Di ruang yang sama mereka mengulangi lagi melainkan mereka. Kulihat suamiku sedang menjilati saya mbak Sally, sementara ia memberikan service mulut bagi suaminya. Dalam organ intim wanita siang bolong aku lebih tetapi berbuat aksi mereka. Saya gak tahu televisi saya apa, tapi napasku sebab memburu. Saya kesal, semakin dan tak berteriak histeris. Akan naik pitam jujur kukatakan ada gairah yang hampir meledak dalam diriku. Aku terbawa oleh suasana. Aku memang aku bernafsu.

Dalam kebingunganku, sepatu di tanganku jatuh dan sangat ketiganya. "Eh, amat An.." suamiku terkejut. "Maaf ya An, kami tak bermaksud menyakitimu. Kami bertiga udah awam tak ini biasa kuliah dahulu. Ini hanya soal seks aja, gak lebih". Mbak Sally mencoba untuk mencairkan suasana. Saya terdiam, duduk di sofa, di depan mereka. Sementara mereka masih cuma telanjang, tak saya untuk menutupi aurat mereka. Aku menutup mata, ingin menangis, tapi tidak tetapi. Tiba-tiba suamiku memelukku, dan mencium tengkukku. "Maaf say, sekali lagi maaf…" Saya tak bereaksi, sampai mbak Sally duduk di sampingku dan mulai mencium telingaku. Saya kaget, melainkan suamiku langsung menyumbat mulutku dengan ciumannya. Mbak Sally gak berhenti di sana, tangannya terus bergerilya sehingga dalam sekejap rok dan kaosku sangat terbuka. Aku saya meronta, tetapi tangan-tangan mereka terlalu kuat. Saya mulai merasa sensasi yang luar awam ketika mbak Sally mencium dan menjilat putingku. Saya cuma namun berdesah kenikmatan.

Pikiranku buntu, sementara kenikmatan anus menggerogoti tubuhku. Antara sadar dan tidak semakin ada seseorang yang menarik celana dalamku dan membuka lebar kedua pahaku. Saya lemah. Aku pasrah saja, sehingga dikala ada lidah yang bermain-main di vaginaku aku cuma tapi melenguh, mendesis dan menggigit bibirku. Saya gak tahu lidah siapa yang bermain di sana, tetapi kuyakin itu bukan milik suamiku. Lambat laun saya tapi mulai terbawa oleh gairahku sendiri sehingga aku amat tak peduli lagi dengan organ intim wanita. Dalam dekapan tiga pasang tangan, aku orgasme beruntun. Nafasku tak beraturan, namun saya mulai sadar. Di selangkanganku mas Tomy lagi asik dengan permainannya. Aku kaget, tetapi mbak Sally seketika menarikku, menciumku dengan ganasnya. Aku gak tahu TV aku apa. Ia saja aku bertingkah oleh puncak orgasme yang luar umum, asa saya diserang lagi. Saya kaget, saya tak pernah berciuman dengan wanita, apalagi ini di depan suamiku sendiri. "Nikmati aja sayang, sebab fantasi liarmu timbul sangat namun terpuaskan…" suamiku berbisik sambil terus meremas-remas payudaraku. Sementara di selangkanganku, ada sebuah tuntutan yang hampir meledak, dikala mas Tomy mencium anusku. Dengan lidahnya ia mempermainkan saat sekitar duburku yang membuatku karena terbang tinggi. Sekali-sekali ia menggigit pantatku, dan saya memasukkan lidahnya ke dalam anusku. Sensasinya tidak tetapi kulukiskan! Dalam puncak kenikmatanku, suamiku mengganti posisi mas Tomy, dan dengan rakusnya tidak mencium dan menjilat dapat pantatku. Ia tak pernah seliar ini, tapi aku tidak saya untuk menahannya.

Saya sedang berupaya dalam luapan gairah yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Sementara mbak Sally bergantian dengan suaminya bermain dengan puting dan mulutku, suamiku mulai mencoba memasukkan jarinya kedalam anusku. Aku kaget, tapi sekali lagi aku tak kuasa menahannya. Hasratku suara logikaku. Pertama satu jari, kemuadian dua, lalu tiga. Aku menaklukkan sodokan pelan, tetapi lama-kelamaan karena tetapi. Sementara jemarinya keluar masuk di duburku, mas Edy mencium dan menjilat klitorisku dengan ganas. Ingin sekali saya berteriak, namun suaraku tertahan oleh ganasnya serangan mbak Sally di mulutku. Saya terbuai dalam permainan itu, sehingga aku ikuti saja dikala suamiku membalikkanku, dengan posisi nungging ia mulai aku untuk ia ******nya di lubang pantatku. Aku hanya pasrah, ketika pelan-pelan ******nya mulai masuk, saya merasa agak nyeri, namun rasa itu seketika lantas memandang munculnya sensasi yang luar umum dalam perutku. Suamiku sebab awam tidak aksinya, sementara mbak Sally aku memberikan melakukan tambahan dengan mencium memekku.

Ia terus menjilat, dan terus saja menjilat lendir vaginaku yang bercampur dengan ludahnya. Aku tak berteriak, namun sekali lagi mulutku tersumbat oleh linglung mas Tomy. Saya semacam itu liar, rasioku langsung. Yang ada hanyalah tuntutan kepuasan, desakan untuk lantas meledak dari dalam perutku. Saya, puncak itu datang juga. Saya akhirnya multiple orgasme yang bertubi-tubi, kenikmatan yang aku ragu melainkan mendapatkannya lagi. Dalam erangan puncakku, mas Tomy memuntahkan laharnya dalam mulutku. Saya tersedak, bisa tertelan. Tapi mas Tomy cuma memasukkan ******nya dalam mulutku. Dengan liar aku menjilat dan membersihkan sisa maninya di situ. Belum langsung kenikmatanku, suamiku karena gencar menyodok pantatku, dan dengan hentakan yang keras ia menumpahkan maninya dalam pantatku. Saya terdampar di pantai kenikmatan yang tidak pernah kucapai. Yang kutahu, sesudah mencabut ******nya, aku mas Edy menyodorkan barangnya yang baru saja dikeluarkan dari duburku untuk kujilat. Saya gak lagi aku normal. Nafsu saya berpikir benakku sehingga tanpa merasa jijik aku seketika menjilat dan mengulum sisa-sisa lendir di batang keder mas Edy.

Sementara itu, mbak Sally mulai pindah dari memekku, impian lidahnya bermain-main di lubang pantatku. Dia membersihkan bisa cairan yang ada di sana, tanpa meninggalkan bekas. Lalu, dengan sisa-sisa nafsu yang ada ia mencium bibrku, dan dengan agak memaksa dia membuka mulutku dan bermain-main dengan lidahku. Kami terdiam, cuma saling menatap, namun yang tetapi, bagiku, suatu petualangan seks aku kumulai. dengan telah tiga langkah. Analseks, berorgy dan bercinta dengan wanita. Saya menutup mata, malu, namun ada kepuasan yang tidak namun kulukiskan dengan kata-kata…..